Kamis, 06 Desember 2012

MUSEUM FATAHILAH


MUSEUM FATAHILAH

            Museum Fatahila adalah museum sejarah bangsa Indonesia yang sangat terkenal. Museum ini terletak di jl. Taman fatahilah No.2 – Jakarta. Gedung ini merupakan gedung tua peninggalan colonial belanda, dibangun pada tahun 1620-1707. Awalnya gedung ini di fungsikan sebagai kantor balai kota, sebelum akhirnya menjadi meseum sejarah Jakarta.

            Di Museum Fatahila banyak menyimpan pesona dari segi bangunannya memiliki daya tahan yang luar biasa. Kira – kira umur bangunan itu sekitar 300 tahun dan masih utuh hingga sekarang. Kayu-kayunya belum lapuk, apalagi dinding betonnya yang masih kokoh himgga saat ini.

            Saat kita memasuki bagian depan museum tersebut tampak anggun dan sederhana. Hanya tampak 2 anak tangga menuju lantai 2 yang terkesan mewah. Anak tangga tersebut dicat warna merah dan dihiasi singa ukiran dibagian bawahnya.

            Dilantai bawah tersimpan puluhan koleksi berharga. Mulai dari batu-batuan zaman neolitikum dan peninggalan kerajaan purnawarman, hingga uang perak dan timbangan barang zaman portugis. Dilantai atas tersimpan puluhan koleksi puluhan-puluhan furniture. Kursi jati berumur ratusan tahun, meja pertemuan zaman belanda, lemari arsip zaman VOC, tempar tidur raksasa, hingga kursi santai dan cermin kuno.

           
Di dekat meja pertemuan zaman belanda terdapat lukisan Gubernur Jendral P.A. Van Der Parra. Disekitar meja itu juga terpajang pedang yang konon dulunya digunakan untuk eksekusi mati para tawanan kolonial Belanda. Gagang pedang tersebut terbuat dari emas, dan kira-kira pedang itu telah membunuh ratusan bahkan lebih.





Didalam Museum Fatahilah terdapat berbagai prasasti-prasasti diantaranya adalah:

·        Prasasti Ciaruteun
Menurut cerita, tapak kaki adalah jejak kaki Maharaja Purnawarman yang memimpin Kerajaan Tarumanegara. Pada awalnya letak batu tersebut berada di pinggiran sungai yang terletak kurang dari 100 meter di bawah lokasi dimana batu prasasti tersebut berada saat ini. Pada tahun 1981 batu itu diangkat dan diletakkan dibawah cungkup seperti apa yang terlihat sekarang. Karena lokasinya awal batu di sungai ciaruteun, maka batu tersebut dikenal dengan nama prasasti ciaruteun.

·        Prasasti Tugu
Prasasti ini di temukan di Kampung Batutumbu, Desa Tugu, Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi. Sekarang disimpan di museum di Jakarta. Prasasti Tugu merupakan prasasti terpanjang yang dikeluarkan pada masa pemerintan purnawarman pada tahun ke-22.
·        Prasasti kebun kopi
Prasasti kebun kopi, dibuat sekitar 400 M (H Kern 1917), ditemukan di perkebunan kopi milik Jonathan Rig, Ciampea, Bogor.

            Dibawah gedung, dihalaman belakang juga terdapat beberapa ruangan penjara bawah tanah yang hingga saat ini masih terawat. Penjara itu digunakan tentara Hindia Belanda sebagai penjara bawah tanah untuk menyiksa tawanan pribumi yang melawan pemerintah kolonial. Beberapa peninggalan yang menguatkan adalah borgol-borgol bola besi yang terlihat sudah kusam.
Penjara itu berbentuk setengah lingkaran, gelap, pengap.dan ruangan itu tidak terlalu tinggi dan lumayan sempit. Para tawanan dikurung dalam ruangaan itu tanpa ventilasi. Tawanan yang di kurung disana ada sekitar 80 orang.
Saat terakhir saya kesana sekitar sebulan yang lalu museum itu memang sangat menawan, tetapi sangat panas dan pengap. Disetiap ruangan banyak debu dan banyak benda benda antik dalam perawatan. Pedang yang harusnya terpajang pun tidak ada karena dalam perawatan.



Riani lestari
3 SA 03
15610877

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar